20 March 2015

Target pendapatan pajak dapat dicapai: Presiden

Presiden Joko "Jokowi" Widodo optimis bahwa target pendapatan pajak Rp1, 244.7 triliun untuk tahun 2015 dapat dicapai dengan dukungan sistem perpajakan yang lebih baik.

"Kami sangat optimis bahwa target dicapai," Jokowi mengatakan di sini pada hari Kamis.

Dia mengutip contoh sistem e-Filling, menyatakan bahwa itu bisa meningkatkan pengumpulan pajak.

Presiden menambahkan bahwa itu adalah normal bagi pendapatan pajak rendah di awal tahun, tetapi pada akhir tahun, itu akan meningkatkan secara signifikan.

Dalam revisi negara anggaran tahun 2015 (APBN-P), pemerintah menetapkan target mengumpulkan Rp1, 244.7 triliun sebagai pajak bebas-minyak/gas, yang merupakan beberapa 39 persen lebih tinggi dari Rp895 trillion dikumpulkan tahun lalu.

Dengan pajak minyak dan gas, pemerintah telah menetapkan target pendapatan pajak total Rp1, 489.3 triliun.

Selain itu, Ekonom Bank Dunia Ndiame Diop sebelumnya mengatakan bahwa pajak pendapatan target Rp1, 489.3 triliun ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam APBN-P adalah tidak mungkin untuk dicapai.

"Target pendapatan pajak tahun ini terlalu ambisius karena harga-harga komoditas yang menurun. Juga, pendapatan dari sektor minyak dan gas juga turun, dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak global,"dia seperti dikutip oleh Antara di Jakarta pada hari Rabu.

Diop lebih lanjut mencatat bahwa Indonesia telah tidak mencapai target pendapatan pajak dalam beberapa tahun terakhir karena kesulitan, perlambatan ekonomi dan penurunan harga komoditas di dunia. Tahun ini, penurunan harga minyak juga akan mempengaruhi countrys penghasilan target.

"Kekurangan tidak dapat dihindari. Pada tahun 2015, penurunan tajam harga minyak dapat mempengaruhi target pendapatan negara bukan pajak, juga. Pemerintah harus bekerja lebih keras,"ia berkata.

Analis lebih lanjut menjelaskan bahwa berbagai upaya, termasuk revisi beberapa peraturan untuk mengumpulkan pajak baru yang potensial, yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal pajak tidak akan efek yang diinginkan tahun ini sebagai dampak mereka hanya dapat direalisasikan pada tahun 2016.